17
Apr

Pengolahan limbah B3 memang tidak mudah dilakukan apalagi jika suatu negara atau daerah dikenal sebagai penghasil limbah B3 yang cukup rumit untuk ditangani. Seperti halnya di Batam, Batam merupakan suatu kota yang memiliki limbah B3 yang masalahnya sudah membesar dan sudah mulai sulit untuk ditangani atau diperbaiki.

Dari hal tersebut, maka Australia dan Korea Selatan menawarkan bantuan seperti pinjaman untuk pengembangan proyek insfrastruktur Waste Water Treatment Plant di Batam.  Australian dan Korea Selatan sudah sepakat dalam bekerja sama guna membantu Batam mengatasi limbah B3. Jika bantuan ini diterima maka ada penawaran pinjaman juga dari Korea dan Australia.

Penawaran bantuan pinjaman lunak tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari studi perencanaan yang disusun oleh pihak Korea Selatan. Korea Selatan sejak tahun terakhir memang menjadi negara yang berminat dalam penanganan isu lingkungan hidup termasuk pengembangan WTP di Batam. Tentang berapa besar pinjaman lunak yang akan diberikan, Kemungkinan besar pinjaman masih menunggu pengajuan dari pihak Indonesia mengingat proses kajiannya belum selesai.

Batam sangat membutuhkan pusat pengelolaan limbah untuk meningkatkan sanitasi di Batam, mengingat jumlah industri di Batam yang semakin bertambah. Water Treatment Plant ini nantinya akan memproses limbah industri dan rumah tangga yang akan ada di tiga titik yaitu, Nagoya, Baloi dan Batam Center. Dalam perkembangannya sejumlah investor sudah menyatakan tertarik untuk mengembangkan proyek itu.

15
Apr
Pengolahan Air Masak

Pengolahan Air Masak

Memasak merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk dapat menghilangkan kuman atau kotoran lainnya pada air, sehingga layak konsumsi. Memasak merupakan cara tersederhana pengolahan air yang bisa dilakukan di rumah Anda. Memasak air juga dapat membanu mematikan bakteri dan kuman yang ada pada air setelah melalui proses penyaringan air sederhana atau seumber air lain yang mungkin akan terlihat bening, tidak berasa dan tidak berbau yang masih diraguian kebersihannya dari kuman penyakit.

Kuman yang ada pada air akan hilang dengan proses pasteurisasi. Suhu yang digunakan untuk menghilangkan kuman ini adalah 55oC – 60oC selama 10 menit. Cara ini masih belum terlalu efektif karena kita tidak dapat memantau terus menerus air apakah sudah berada dalam temperatur pasteurisasi tersebut. Cara yang paling baik adalah menunggu air yang kita masak tersebut hingga mendidih. air yang mendidih akan meatikan semua patogen yang ada dalam air seperti bakteri, spora, fungi, protozoa dan virus yang dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia. Lama air yang baik setelah mendidih adalah lima mennit dan maksimal 20 menit.

Air masak juga banyak bermanfaat bagi tubuh manusia. Selain untuk melepaskan dahaga air juga berfungsi untuk melancarkan sistem pencernaan, menurunkan berat badan, memperbaiki sel-sel yang rusak, membantu mengurangi tresss & rasa cemas. Air masak juga telah diyakini menjadi penawar berbagai macam penyakit. Untuk para wanita yang menginginkan tubuh yang langsing, air putih merupakan obat yang tepat. Air masak tidak mengandung kalori, gula ataupun lemak, maka dari itulah air masak begitu baik untuk kesehatan tubuh manusia. Air putih dapat menghasilkan hormon testosteron pada kaum Adam serta hormon estrogen pada kaum Hawa yang berarti dapat meningkatkan kesuburan.

 

11
Apr

Limbah merupakan permasahan umum pada setiap negara. Limbah harus ditangani dengan baik dan tepat agar permasalahan tersebut tidak menjadi berbahaya dan seriius. Oleh sebab itu, pengolahan limbah merupakan solusi yang paling tepat. Banyak sekali jenis-jenis limbah yang berada di sekeliling kita, mulai dari limbah pertanian, limbah pabrik dan limbah domestik. Lalu, apa itu limbah domestik? Pada artikel ini akan dijelaskan pengertian dari limah domestik dan apa sajakah jenis-jenisnya.

Limbah dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni limbah pertanian, limbah industri dan limbah domestik. Limbah pertanian biasanya berasal dari pemakaian pestisida atau zat-zat kimia lainnya. Sedangkan limbah pabrik atau yang juga disebut dengan limbah industri adalah limbah yangg dihasilkan sebagai akibat dari sebuah proses produksi. Limbah domestik sendiri sering disebut dengan limbah rumah tangga karena limbah domestik merupakan limbah yang berasal dari rumah tangga. Pada limbah domestik, dibedakan menjadi 2 berdasarkan bentuknya, yaitu limbah domestik cair dan limbah domestiik padat. Limbah domestik cair biasanya berupa air bekas cucian yang mengandung detergen, air bekas mandi yng mengandung sabun, minyak goreng bekas, dan pembuangan atau limbah lainnya yang berbentuk zat cair. Sedangkan limbah domestik padat bisa berupa sisa sayur, sisa makanan, peralatan tidak terpakai rumah tangga, dan lain –lain. Belum lagi bila sebuah rumah tangga sedang mengadakan sebuah acara, bisa dipastikan jumlah sampah domestik yang dihasilkan meningkat sampai berlipat – lipat. Limbah domestik menjadi permasalahan yang cukup menyita perhatian bagi sejumlah kota besar yang padat penduduknya seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan lain-lain. Pemerintah setempat atau pemerintah daerah tentu sudah melakukan program pemisahan sampah berdasarkan jenisnya. Hal ini bisa kita lihat dari adanya dua tempat sampah yang berbeda dari segi warna, yakni untuk sampah basah dan untuk sampah kering. Dengan dipisahkannya sampah basah dan sampah kering diharapkan akan lebih mudah dalam melakukan daur ulang sehingga bisa mengurangi jumlah sampah domestik yang jumlahnya semakin menggunung. Namun pada kenyataannya, pemisahan sampah tersebut tidak sepenhnya dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat. Masyarakat samoai saat ini masih tidak bisa membedakan sampah dalam ke dua jenis.

 

 

 

 

07
Apr

Pengolahan limbah menjadi topik yang penting pada saat ini. Banyak orang dan perusahaan menyadari bahwa semua yang mereka gunakan, dan bagaimana mereka membuangnya bisa memberikan dampak besar pada dunia.

Pengelolaan limbah melibatkan banyak hal, dari pengumpulan bahan limbah sampai pengolahan dalam beberapa cara, atau mencoba untuk mendaur ulangnya. Warga dan perusahaan terus-menerus mencari yang terbaik dengan pengeluaran yang murah untuk menangani masalah yang terus berkembang.

Limbah dapat mengambil banyak bentuk . Mungkin padat, cair , gas , dan mungkin juga radioaktif . Ada yang tidak berbahaya dan ada juga yang cukup berbahaya. Ini menjadi masalah utama bagi banyak orang dan perusahaan .

Ada berbagai cara untuk menangani limbah. Pengisian lahan atau landfill telah menjadi yang paling umum selama bertahun-tahun . Jika ditangani dengan benar , landfill merupakan solusi yang murah dan efektif. Namun, dengan pertumbuhan populasi, ruang yang tersedia telah menjadi masalah bagi mereka . Insinerasi atau pembakaran juga merupakan teknik yang populer . ampuh untuk mengangani limbah di tempat-tempat yang memiliki jumlah ruang lahan yang terbatas. Material dipanaskan atau dibakar untuk menghilangkannya . Namun, ada beberapa permasalahan seputar bahaya emisi ketika menggunakan teknik ini .

Salah satu solusi yang semakin populer adalah daur ulang . Dengan ini produk tersebut digunakan kembali atau dapat dibentuk menjadi barang lain. Bahan bakunya diolah kembali . Bahan yang paling sering didaur ulang adalah aluminium , baja , kaca , kardus , koran, majalah , dan PVC . Proses ini sederhana, orang sendiri dapat mendaur ulang benda-benda biasa dan juga perusahaan yang mendaur ulang dalam skala besar . Ini merupakan cara terbaik untuk mengurangi limbah dan bahaya. Selain itu, banyak dihasilkan barang-barang lain yang bernilai dari proses daur ulang,seperti tas belanja dapat digunakan kembali daripada menggunakan plastik . Hal ini juga bisa berarti memperbaiki sesuatu daripada menggantinya . Hal ini dapat dilakukan pada skala kecil atau besar.

11
Mar

Australia bantu Jakarta dalam Pengolahan Air

Pengolahan air di Jakarta harus segera dikerjakan, karena air yang tercemar berasal dari buangan industri atau pabrik-pabrik yang membuang begitu saja air limbahnya tanpa pengolahan lebih dahulu ke sungai atau ke laut, dan juga yang tidak kalah banyak adalah limbah dari masyarakat Jakarta sendiri. Kesadaran yang masih kurang dengan membuang sampah sembarangan.
Dari pihak negara tetangga yaitu Australia berinisiatif menawarkan bantuannya melalui Akademi Ilmu Pengetahuan Australia terkait sistem pengolahan air. Bantuan tersebut diterima baik oleh Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.  Proyek kerjasama tersebut akan dijalani oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Sudah ada beberapa pertemuan yang diadakan dan Australia banyak membagi pengalaman soal sistem perairan di negeri kangguru.
Australia yang mempunyai akademi ilmu pengetahuan Australia dengan proyek kerja sama membantu DKI supaya memiliki sistem pengolahan air yang sama. Dan tahun 60an misalkan seperti Melbourne, mereka membuat sistem saluran yang besar untuk mengolah air limbah sekarang sudah ketinggalan karena biaya terlalu tinggi.
Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menambahkan sistem perairan Jakarta akan dikelola per-wilayah. Masukan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Australia diharapkan dapat memperbaiki sistem perairan dan menekan banjir di Jakarta.
Terdapat tiga garis besar yaitu air limbah industri dan air limbah domistik yakni yang berasal dari buangan rumah tangga dan yang ke tiga yakni air limbah dari perkantoran dan pertokoan.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Tim JICA (1990), jumlah unit air limbah dari buangan rumah tangga di jakarta rata-rata per orang per hari adalah 147 liter (tahun 2010). Dengan jumlah ini memberikan kontribusi terhadap pencemaran air sekitar 75 %.
Untuk air buangan domistik 1.038.205 M3/hari, buangan perkantoran dan daerah komersial 448.933 M3/hari, dan buangan industri 105.437 M3/hari. Jumlah ini menyumbang air limbah perkantoran dan daerah komersial 15 %, dan air limbah industri hanya sekitar 10 %.
Sedangkan total air limbah secara keseluruhan 1.316.113 M3/hari

19
Feb

Sebelumnya kita telah mereview beberapa pengertian dan istilah yang terkandung pada limbah B3, kali ini kita akan mereview beberapa dampak atau bahaya limbah B3 bagi kesehatan. Sebelumnya kita akan mereview kembali devinisi limbah B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun, B3 merupakan senyawa padat, cair, ataupun gas yang memiliki potensi merusak kesehatan manusia serta lingkungan akibat sifat-sifat yang dimiliki senyawa tersebut.

Penyebaran sifat dan senyawa berbahaya pada limbah diakibatkan pembuangan limbah yang dilakukan secara sembarang ke lingkungan sekitar, tentunya hal ini akan menimbulkan masalah yang merata dan menyebar dengan cakupan yang lebih luas.
Permasalahan penyebaran limbah biasanya berasal dari skala rumah tangga, pemukiman, industri, pertanian, pertambangan dan rekreasi, namun kategori limbah B3 lebih banyak disumbangkan dari kegiatan produksi industri kimia. Ada beberapa jenis limbah B3 yang umumnya telah kita ketahui, diantaranya Mercury, Pestisida dan Karbonmonoksida, berikut ini beberapa dampak dari zat senyawa tersebut bagi kesehatan:

Air Raksa /Hargentum/Mercury

Mercury termasuk bahan teratogenik, apabila zat senyawa ini masuk kedalam tubuh, zat ini akan didistribusikan keseluruh jaringan terutama di darah dan otak. Dampak fisiologis dari mercury yaitu dapat menyebabkan kerusakan SSP dan ginjal. Selain itu, mercury dapat mengakibatkan kerusakan janin dan pertumbuhan bayi pada janin, bayi yang dilahirkan dari ibu yang terpajan mercury dapat menderita kerusakan otak dengan manifestasi, seperti gangguan menelan, retardasi mental, tuli bahkan kebutaan.

Pestisida

Pestisida termasuk golongan Organophosphat dan Carbamat, sifat kimia dalam pestisida dapat mengakibatkan keracunan. Pestisida sendiri, banyak digunakan pada sektor pertanian dan perdagangan/ komoditi. Dampak dari senyawa pestisida ini, yaitu dapat terhambatnya enzym Cholinesterase (Enzim yang mengontrol transmisi impulse saraf) sehingga mempengaruhi kerja susunan saraf pusat sehingga fungsi organ penting lainnya dalam tubuh. Keracunan pestisida golongan Organochlorine dapat merusak saluran pencernaan, jaringan, dan organ penting lainnya.

Karbonmonoksida (CO)

Karbonmonoksida merupakan senyawa gas yang tidak memiliki bau dan tidak berwarna. Karbonmonoksida berasal dari hasil proses pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung rantai karbon. Apabila kadar CO masuk kedalam tubuh dalam jumlah yang cukup besar, zat senyawa tersebut dapat dengan cepat mengikat haemoglobine dalam darah dan membentuk karboksihaemoglobine (COHb). Hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan fungsi otak atau hypoxia, susunan saraf, dan jantung, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Penangan limbah B3 industri yang kurang baik dapat mempercepat penyebaran zat senyawa-senyawa tersebut, dampak yang ditimbulkannya pun tidak main-main, bahkan dampak jangka panjangnya dapat berakibat kematian.

18
Feb

Air merupakan sumber kehidupan makhluk hidup, jika sebelumnya sifat vital air hanya sebagai sumber konsumsi, saat ini peran vital air sudah merambah sampai pada kegiatan manufaktur. Hal inilah yang menjadikan volume dan kapasitas air semakin mengalami penurunan. Semakin menurunnya kuantitas air, bahkan telah menjadi permasalahan baru. Lebih dari 1 milyar orang di dunia, bahkan tidak memiliki akses untuk air bersih. Jumlah tersebut sekitar 1/6 dari seluruh total populasi manusia di dunia, bahkan jarak rata-rata yang harus ditempuh orang di Afrika dan Asia bahkan rata-rata harus menempuh jarak sekitar 6 km. Berikut ini review beberapa metode dan cara pengelolahan air yang biasa digunakan.
Desalinasi
Salah satu cara untuk mendapatkan sumber air untuk keperluan hidup sehari-hari dilakukan dengan metode pengelolaan air, salah satunya dengan Desalinasi. Desalinasi adalah Proses pengolahan air laut menjadi air tawar dengan mengurangi kadar garam yang terkandung pada air laut tersebut. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, air laut adalah sumber air terbesar di bumi.
Watercone
Watercone adalah metode pengelolaan air dengan bantuan sinar matahari. Watercone terbuat dari plastik khusus yang dapat tahan sengatan matahari dan dipakai hingga 7 tahun. Watercone lebih ditujukan utuk masyarakat dengan lingkup demografis di daerah pesisir pantai.  Hal ini karena cara desalinasi watercone dilakukan dengan kondensasi embun. Proses pengelolahan air pada watercone meliputi beberapa tahap, pertama ambilah air laut/asin atau payau hingga 8.8 liter. Setelah itu, biarkan air mendapat mendapat panas matahari, kemudian air akan berubah menjadi embun. Embun tersebut akan turun dan ditampung bagian pinggir Watercone. Setelah itu tutup atas dari Watercone dapat dibuka dan air dapat langsung dimanfaatkan.
Lifestraw
Lifestraw sebenarnya bukanlah metode, Lifestraw merupakan alat yang digunakan di tempat-tempat dimana air yang tersedia tergolong air kotor, seperti pada air sungai, kali, atau kolam. Lifestraw merupakan produk perusahaan Denmark yang memiliki tujuan untuk mengurangi kesulitan untuk mendapatkan air. Proses kerjanya yaitu dengan menghisap langsung dari sumber air, Lifestraw akan menyaring air melalui 3 tahap melalui filter karbon dan resin khusus yang efektif dalam menghilangkan bakteri dan virus dalam air.

12
Feb

Pengelolahan Limbah B3 Industri

Pengelolahan Limbah B3 Industri merupakan proses penanganan yang dilakukan terhadap limbah-limbah dengan tingkat kategori berbahaya. Limbah B3 sendiri, merupakan bahan buangan industri yang konsentrasi pengaruhnya dapat mencemarkan dan merusak lingkungan. Kerusakan yang ditimbulkan dapat terjadi dalam kurun watu yang bervariasi, ada yang relative cepat ada pula yang lebih lama. Tingkat kategori berbahayanya bahkan sudah sampai pada kesehatan dan kelangsungan bagi makhluk hidup.

OSHA (Occupational Safety and Health of the United State Government) secara resmi mendefinisikan B3 sebagai sifat kimia yang sangat berpotensi menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia dan kerusakan lingkungan. Berikut ini beberapa istilah berbahaya dalam pengelolahan Limbah B3 Industri.

Reaktif
Reaktif adalah keadaan dimana komposisi zat yang terkandung mengalami ketidak stabilan atau melebihi batas normal. Reaktif dapat bereaksi cepat apabila tercampur dengan air, bahkan berpotensi menimbulkan ledakan, gas, uap atau asap beracun dengan jumlah kadar tergolong berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. limbah B3 yang tergolong berbahaya diantaranya limbah sianida, sulfida, atau amoniak dengan kondisi pH antara 2 dan 12.5. Bahkan pada suhu dan tekanan standar (25 derajat Celcius, 760 mmHg) dapat menimbulkan reaksi ledakan

Infeksius

Infeksius adalah istilah dimana limbah terinfeksi oleh kuman dan microbakteri, seperti pada limbah laboratorium medis, atau limbah lainnya yang terinfeksi kuman penyakit yang dapat menular.

Korosif

Korosif adalah sifat suatu subtantsi yang dapat menyebabkan benda lain hancur atau memperoleh dampak negatif. Limbah yang memiliki dari salah satu sifat korosif diantaranya
dapat menyebabkan iritasi (terbakar) pada kulit bahkan karat pada lempeng baja.

Toxic
Toxic atau racun adalah sifat kontaminasi berbahaya yang terjadi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Pembuangan limbah B3 yang tidak terkontrol, dapat mencemari sumur atau mata air warga di daerah sekitar.

Ok sidator dan Reduktor
Kedua Bahan pengoksidasi ini dikategorikan berbahaya karena dapat menghasilkan oksigen yang dapat menimbulkan kebakaran, seperti pada sisa bahan yang digunakan di laboratorium. Contohnya magnesium, perklorat dan metil metil keton (MIK).

03
Feb

Pengolahan Limbah Industri Cair

Pengolahan Limbah Industri Cair

Industri dan kegiatan manufaktur memang berperan serta sebagai faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi saat ini. Namun, dibalik semua itu bukan berarti tidak ada dampak buruk yang ditimbulkan. Banyaknya industri dan aktifitas manufaktur juga akan meningkatkan volume limbah industri (industrial waste) yang dihasilkan.

Limbah industri (industrial waste) hasil manufaktur yang biasa ditemui berjenis cair. Limbah cair biasanya berasal dari pabrik yang banyak menggunakan air pada proses produksinya, seperti pada industri pulp, rayon, kertas, tekstil, pengalengan, pencelupan, pewarnaan dan lainnya. Limbah industri cair terindikasi mengandung 60.000 jenis bahan kimia. Lima juta diantaranya adalah jenis yang sudah dikenal.

Semakin banyak aktifitas produksi, tentu akan semakin banyak juga jumlah limbah yang dihasilkan. Sebagai gambaran, kita akan mengambil contoh pada industri pulp dan rayon.  Jenis industri ini akan menghasilkan limbah air kurang lebih sebanyak 30 meter kubik setiap ton pulp Contoh lainnya pada industri pengolahan crumb rubber, indutri ini menghasilkan antara 100-1000 meter kubik limbah air per hari. Bahkan, di daerah Pekalongan, limbah industri tekstil memberikan sumbangsih sebesar 50 ribu meter kubik limbah per hari.

Pengolahan air limbah sendiri dapat dilakukan dengan tiga pengolahan yang berbeda. Yaitu pengolahan secara fisika, kimia, biologi. Ketiga proses tersebut terkadang harus dikombinasi antara satu dengan yang lainnya.

Pengolahan Secara Fisika ditujukan untuk air limbah yang tidak larut, dengan kata lain limbah cair yang mengandung padatan akan dilakukan pimisahan. Bahan-bahan tersuspensi tersebut akan mengendap dan mengapung sehingga agak lebih mudah disisihkan.

Pengolahan secara kimia adalah proses yang dilakukan dengan reaksi kimia untuk mengurangi kadar kandungan berbahaya pada air limbah, seperti pada proses netralisasi, presipitasi, khlorinasi, koagulasi dan flokulasi. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap, logam berat, senyawa phospor dan zat organik beracun lainnya. Banyaknya industri dan aktifitas manufaktur yang tersebar saat ini, mengharuskan kita untuk waspada dan lebih mengenal apa dan bagaiamana penanganan limbah industri yang tepat

Sedangkan pengolahan secara biologi dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme seperti ganggang, bakteri, protozoa, untuk menguraikan senyawa organik dalam air limbah menjadi senyawa yang sederhana.

 

 

17
Jan

Penyebab Kemacetan di Jakarta

Jakarta, apa yang ada di pikiran Anda saat mendengar nama kota tersebut? Ya, Jakarta merupakan ibu kota negara Indonesia, kapitalisme dan pusat perekonomian berpusat di kota ini. Setiap pagi orang berbondong-bondong datang ke kota Jakarta, sebagian besar datang dari kota penyangga Ibu Kota, seperti Depok, Tanggerang dan Bekasi.

Macet banjir

Setiap pagi, masyarakat datang ke Jakarta untuk bekerja menggunakan transportasi umum maupun  kendaraan pribadi. Karena banyaknya orang yang datang Jakarta, jalan umum di pagi hari yang mengarah ke Jakarta sudah pasti macet. Macet menjadi masalah dan PR bagi para pemerintah Jakarta untuk segera menyelesaikan problem tersebut.

Menjelang Awal tahun, Jakarta dan sekitarnya sering diguyur hujan. Sehingga sejumlah air di sungai meluap dan tumpah ke jalan raya, yang menyebabkan banjir. Jika banjir sudah melanda kota Jakarta, sudah pasti kemacetan tidak bisa di hindarkan. Air yang menggenangi jalan raya, menghalangi dan menyulitkan masyarakat untuk melewati jalan tersebut.

Biasanya, Jarak tempuh Depok – Tebet di pagi hari memakan waktu sekitar 1 jam, namun karena banjir, jalanan menjadi semakin macet dan kendaraan bermotor tidak bergerak. Jarak tempuh Depok – Tebet bisa memakan waktu hingga 3 jam menggunakan motor. Bagaimana jika menggunakan mobil ?

Sebaiknya, masyarakat harus mulai sadar diri untuk menjaga kebersihan lingkungan. Seperti tidak membuang sampah sembarangan sampai membuat bangunan di lahan hijau. Jika sudah banjir seperti ini, siapa yang mau disalahakan?

Agar air yang datang ke Jakarta cepat surut, sebaiknya dibuat pengolahan air yang baik dan benar. Seperti adanya sumur resapan, atau biopori. Tersedianya danau dan taman penuh pohon sebagai lahan hijau resapan air, hal tersebut dapat mengurangi dampak banjir agar banjir tidak semakin parah.