21
May

Pengolahan limbah adalah suatu proses atau sebuah kegiatan terpadu yang meliputi kegiatan pengurangan (minimization), segregasi (segregation), penanganan (handling), pemanfaatan dan pengolahan limbah. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari pengolahan limbah, pelru sekali dilakukan proses – proses tersebut, bukan hanya pengolahan limbah saja. Jika proses yang dilakukakn hanya pengolahan limbah saja, akan menimbulkan beban kegiatan di instalasi pengolahan air limbah akan sangat berat, membutuhkan lahan yang lebih luas, peralatan yang lebih banyak, dan biaya yang lebih tinggi. Kegiatan seperti  minimization, segregasi dan penanganan limbah akan membantu mengurangi beban pengolahan limbah.

Tren pengolahan limbah seperti ini sudah banyak dilakukakn oleh industri-industri besar. Industri besar itu menggunakan cara pengolahan limbah terintegrasi (minimization, segregasi dan penanganan). Dengan pengolahan limbah yang terintegrasi seperi ini, perusahan atau industri-industri akan menekan beban biaya operasional dan menghasilkan output limbah yang lebih sedikit serta minim tingkat pencemarnya. Integrasi dalam pengelolaan limbah tersebut kemudian dibuat menjadi berbagai konsep seperti: produksi bersih (cleaner production), atau minimasi limbah (waste minimization). Dari tiap tahapan proses pengolahan dimungkinkan dihasilkannya limbah. Untuk mempermudah pemanfaatan dan pengolahan maka limbah yang memiliki karakteristik yang berbeda dan menimbulkan pertambahan tingkat cemaran harus dipisahkan. Sedangkan limbah yang memiliki kesamaan karekteristik dapat digabungkan dalam satu aliran limbah. Pemanfaatan limbah dapat dilakukan pada proses produksi yang sama atau digunakan untuk proses produksi yang lain.

Bagaimanapun bentuk limbah tersebut, sebaiknya limbah harus diperhatikan lebih baik oleh berbagai mcam pihak. Bukan hanya pemerintah atau swasta yang memiliki industri besar, masyarakat juga memiliki potensi besar untuk menghasilkan limbah yang berbahaya. Setiap lapisan masyarakat harus mengetahui dampak buruk dari limbah agar jumlah limbah yang ada semakin berkurang.

13
May

Pengolahan limbah di negara maju dan negara berkembang memiliki tantangannya masing-masing. Negara maju boleh berbangga karena kemampuan teknologi, akses finansial, dan kebijakan mampu memberikan solusi-solusi pengolahan limbah yang lebih baik. Sebuah artikel yang disampaikan dalam ideas4development.org menyatakan bahwa tiap tahun negara berkembang menghabiskan US$ 46 milyar untuk mengelola limbah padat mereka. Sedangkan jumlah total limbah padat akan meningkat dua kali lipat dalam 15 tahun ke depan. Dampak limbah bisa sangat berbahaya terhadap kehidupan manusia. Limbah ini bisa dikatakan sebagai limbah B3.

Hal ini tentu memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian. Otoritas publik memiliki kesulitan untuk meningkat kebutuhan finansial dalam pengolahan limbah padat. Dan sering kali kebutuhan finansial yang tinggi tidak menjamin performa kebijakan publik yang tepat. Dalam kondisi ini pengolahan limbah yang berkelanjutan menjadi sulit untuk dipertimbangkan secara matang

Akhirnya otoritas pengolahan limbah diserahkan pada sektor swasta dengan tujuan untuk menekan tekanan finansial yang muncul dari pengolahan limbah. Sektor privat sering kali memiliki kualitas finansial dan material yang lebih baik. Namun hal yang harus dipertimbangkan adalah jika sektor privat bermain dalam arena sektor publik, maka otoritas sektor publik perlu menetapkan batasan dan sektor privat juga perlu mengidentifikasi kapabilitasnya. Sektor privat tidak hanya menggunakan model bisnis, yaitu kompetisi, dalam mengerjakan pengolahan limbah, namun juga menggunakan kesempatan kerjasama yang dapat menumbuhkan inovasi-inovasi baru.

Tantangan yang dihadapi oleh negara berkembang perlu mendapatkan solusi yang melibatkan semua pemain. Meminta bantuan sektor privat untuk membantu pendanaan dan operasional besar pengolahan limbah bukanlah solusi jangka panjang. Sektor publik mengalami kendala untuk merangkap dua peran, sebagai penyedia jasa dan fasilitas yang memungkinkan publik melakukannya sekaligus menjadi kontraktor dan pelaksana proses pengolahan limbah. Tantangan inilah yang perlu dipikirkan bersama oleh semua elemen dalam negara. Perlu ada inisiatif baik dari sektor publik, privat, maupun masyarakat awam untuk melihat pengolahan limbah sebagai solusi berjangka panjang.

 

17
Apr

Pengolahan limbah B3 memang tidak mudah dilakukan apalagi jika suatu negara atau daerah dikenal sebagai penghasil limbah B3 yang cukup rumit untuk ditangani. Seperti halnya di Batam, Batam merupakan suatu kota yang memiliki limbah B3 yang masalahnya sudah membesar dan sudah mulai sulit untuk ditangani atau diperbaiki.

Dari hal tersebut, maka Australia dan Korea Selatan menawarkan bantuan seperti pinjaman untuk pengembangan proyek insfrastruktur Waste Water Treatment Plant di Batam.  Australian dan Korea Selatan sudah sepakat dalam bekerja sama guna membantu Batam mengatasi limbah B3. Jika bantuan ini diterima maka ada penawaran pinjaman juga dari Korea dan Australia.

Penawaran bantuan pinjaman lunak tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari studi perencanaan yang disusun oleh pihak Korea Selatan. Korea Selatan sejak tahun terakhir memang menjadi negara yang berminat dalam penanganan isu lingkungan hidup termasuk pengembangan WTP di Batam. Tentang berapa besar pinjaman lunak yang akan diberikan, Kemungkinan besar pinjaman masih menunggu pengajuan dari pihak Indonesia mengingat proses kajiannya belum selesai.

Batam sangat membutuhkan pusat pengelolaan limbah untuk meningkatkan sanitasi di Batam, mengingat jumlah industri di Batam yang semakin bertambah. Water Treatment Plant ini nantinya akan memproses limbah industri dan rumah tangga yang akan ada di tiga titik yaitu, Nagoya, Baloi dan Batam Center. Dalam perkembangannya sejumlah investor sudah menyatakan tertarik untuk mengembangkan proyek itu.

15
Apr
Pengolahan Air Masak

Pengolahan Air Masak

Memasak merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk dapat menghilangkan kuman atau kotoran lainnya pada air, sehingga layak konsumsi. Memasak merupakan cara tersederhana pengolahan air yang bisa dilakukan di rumah Anda. Memasak air juga dapat membanu mematikan bakteri dan kuman yang ada pada air setelah melalui proses penyaringan air sederhana atau seumber air lain yang mungkin akan terlihat bening, tidak berasa dan tidak berbau yang masih diraguian kebersihannya dari kuman penyakit.

Kuman yang ada pada air akan hilang dengan proses pasteurisasi. Suhu yang digunakan untuk menghilangkan kuman ini adalah 55oC – 60oC selama 10 menit. Cara ini masih belum terlalu efektif karena kita tidak dapat memantau terus menerus air apakah sudah berada dalam temperatur pasteurisasi tersebut. Cara yang paling baik adalah menunggu air yang kita masak tersebut hingga mendidih. air yang mendidih akan meatikan semua patogen yang ada dalam air seperti bakteri, spora, fungi, protozoa dan virus yang dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia. Lama air yang baik setelah mendidih adalah lima mennit dan maksimal 20 menit.

Air masak juga banyak bermanfaat bagi tubuh manusia. Selain untuk melepaskan dahaga air juga berfungsi untuk melancarkan sistem pencernaan, menurunkan berat badan, memperbaiki sel-sel yang rusak, membantu mengurangi tresss & rasa cemas. Air masak juga telah diyakini menjadi penawar berbagai macam penyakit. Untuk para wanita yang menginginkan tubuh yang langsing, air putih merupakan obat yang tepat. Air masak tidak mengandung kalori, gula ataupun lemak, maka dari itulah air masak begitu baik untuk kesehatan tubuh manusia. Air putih dapat menghasilkan hormon testosteron pada kaum Adam serta hormon estrogen pada kaum Hawa yang berarti dapat meningkatkan kesuburan.

 

11
Apr

Limbah merupakan permasahan umum pada setiap negara. Limbah harus ditangani dengan baik dan tepat agar permasalahan tersebut tidak menjadi berbahaya dan seriius. Oleh sebab itu, pengolahan limbah merupakan solusi yang paling tepat. Banyak sekali jenis-jenis limbah yang berada di sekeliling kita, mulai dari limbah pertanian, limbah pabrik dan limbah domestik. Lalu, apa itu limbah domestik? Pada artikel ini akan dijelaskan pengertian dari limah domestik dan apa sajakah jenis-jenisnya.

Limbah dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni limbah pertanian, limbah industri dan limbah domestik. Limbah pertanian biasanya berasal dari pemakaian pestisida atau zat-zat kimia lainnya. Sedangkan limbah pabrik atau yang juga disebut dengan limbah industri adalah limbah yangg dihasilkan sebagai akibat dari sebuah proses produksi. Limbah domestik sendiri sering disebut dengan limbah rumah tangga karena limbah domestik merupakan limbah yang berasal dari rumah tangga. Pada limbah domestik, dibedakan menjadi 2 berdasarkan bentuknya, yaitu limbah domestik cair dan limbah domestiik padat. Limbah domestik cair biasanya berupa air bekas cucian yang mengandung detergen, air bekas mandi yng mengandung sabun, minyak goreng bekas, dan pembuangan atau limbah lainnya yang berbentuk zat cair. Sedangkan limbah domestik padat bisa berupa sisa sayur, sisa makanan, peralatan tidak terpakai rumah tangga, dan lain –lain. Belum lagi bila sebuah rumah tangga sedang mengadakan sebuah acara, bisa dipastikan jumlah sampah domestik yang dihasilkan meningkat sampai berlipat – lipat. Limbah domestik menjadi permasalahan yang cukup menyita perhatian bagi sejumlah kota besar yang padat penduduknya seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan lain-lain. Pemerintah setempat atau pemerintah daerah tentu sudah melakukan program pemisahan sampah berdasarkan jenisnya. Hal ini bisa kita lihat dari adanya dua tempat sampah yang berbeda dari segi warna, yakni untuk sampah basah dan untuk sampah kering. Dengan dipisahkannya sampah basah dan sampah kering diharapkan akan lebih mudah dalam melakukan daur ulang sehingga bisa mengurangi jumlah sampah domestik yang jumlahnya semakin menggunung. Namun pada kenyataannya, pemisahan sampah tersebut tidak sepenhnya dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat. Masyarakat samoai saat ini masih tidak bisa membedakan sampah dalam ke dua jenis.

 

 

 

 

07
Apr

Pengolahan limbah menjadi topik yang penting pada saat ini. Banyak orang dan perusahaan menyadari bahwa semua yang mereka gunakan, dan bagaimana mereka membuangnya bisa memberikan dampak besar pada dunia.

Pengelolaan limbah melibatkan banyak hal, dari pengumpulan bahan limbah sampai pengolahan dalam beberapa cara, atau mencoba untuk mendaur ulangnya. Warga dan perusahaan terus-menerus mencari yang terbaik dengan pengeluaran yang murah untuk menangani masalah yang terus berkembang.

Limbah dapat mengambil banyak bentuk . Mungkin padat, cair , gas , dan mungkin juga radioaktif . Ada yang tidak berbahaya dan ada juga yang cukup berbahaya. Ini menjadi masalah utama bagi banyak orang dan perusahaan .

Ada berbagai cara untuk menangani limbah. Pengisian lahan atau landfill telah menjadi yang paling umum selama bertahun-tahun . Jika ditangani dengan benar , landfill merupakan solusi yang murah dan efektif. Namun, dengan pertumbuhan populasi, ruang yang tersedia telah menjadi masalah bagi mereka . Insinerasi atau pembakaran juga merupakan teknik yang populer . ampuh untuk mengangani limbah di tempat-tempat yang memiliki jumlah ruang lahan yang terbatas. Material dipanaskan atau dibakar untuk menghilangkannya . Namun, ada beberapa permasalahan seputar bahaya emisi ketika menggunakan teknik ini .

Salah satu solusi yang semakin populer adalah daur ulang . Dengan ini produk tersebut digunakan kembali atau dapat dibentuk menjadi barang lain. Bahan bakunya diolah kembali . Bahan yang paling sering didaur ulang adalah aluminium , baja , kaca , kardus , koran, majalah , dan PVC . Proses ini sederhana, orang sendiri dapat mendaur ulang benda-benda biasa dan juga perusahaan yang mendaur ulang dalam skala besar . Ini merupakan cara terbaik untuk mengurangi limbah dan bahaya. Selain itu, banyak dihasilkan barang-barang lain yang bernilai dari proses daur ulang,seperti tas belanja dapat digunakan kembali daripada menggunakan plastik . Hal ini juga bisa berarti memperbaiki sesuatu daripada menggantinya . Hal ini dapat dilakukan pada skala kecil atau besar.

11
Mar

Australia bantu Jakarta dalam Pengolahan Air

Pengolahan air di Jakarta harus segera dikerjakan, karena air yang tercemar berasal dari buangan industri atau pabrik-pabrik yang membuang begitu saja air limbahnya tanpa pengolahan lebih dahulu ke sungai atau ke laut, dan juga yang tidak kalah banyak adalah limbah dari masyarakat Jakarta sendiri. Kesadaran yang masih kurang dengan membuang sampah sembarangan.
Dari pihak negara tetangga yaitu Australia berinisiatif menawarkan bantuannya melalui Akademi Ilmu Pengetahuan Australia terkait sistem pengolahan air. Bantuan tersebut diterima baik oleh Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.  Proyek kerjasama tersebut akan dijalani oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Sudah ada beberapa pertemuan yang diadakan dan Australia banyak membagi pengalaman soal sistem perairan di negeri kangguru.
Australia yang mempunyai akademi ilmu pengetahuan Australia dengan proyek kerja sama membantu DKI supaya memiliki sistem pengolahan air yang sama. Dan tahun 60an misalkan seperti Melbourne, mereka membuat sistem saluran yang besar untuk mengolah air limbah sekarang sudah ketinggalan karena biaya terlalu tinggi.
Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menambahkan sistem perairan Jakarta akan dikelola per-wilayah. Masukan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Australia diharapkan dapat memperbaiki sistem perairan dan menekan banjir di Jakarta.
Terdapat tiga garis besar yaitu air limbah industri dan air limbah domistik yakni yang berasal dari buangan rumah tangga dan yang ke tiga yakni air limbah dari perkantoran dan pertokoan.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Tim JICA (1990), jumlah unit air limbah dari buangan rumah tangga di jakarta rata-rata per orang per hari adalah 147 liter (tahun 2010). Dengan jumlah ini memberikan kontribusi terhadap pencemaran air sekitar 75 %.
Untuk air buangan domistik 1.038.205 M3/hari, buangan perkantoran dan daerah komersial 448.933 M3/hari, dan buangan industri 105.437 M3/hari. Jumlah ini menyumbang air limbah perkantoran dan daerah komersial 15 %, dan air limbah industri hanya sekitar 10 %.
Sedangkan total air limbah secara keseluruhan 1.316.113 M3/hari

19
Feb

Sebelumnya kita telah mereview beberapa pengertian dan istilah yang terkandung pada limbah B3, kali ini kita akan mereview beberapa dampak atau bahaya limbah B3 bagi kesehatan. Sebelumnya kita akan mereview kembali devinisi limbah B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun, B3 merupakan senyawa padat, cair, ataupun gas yang memiliki potensi merusak kesehatan manusia serta lingkungan akibat sifat-sifat yang dimiliki senyawa tersebut.

Penyebaran sifat dan senyawa berbahaya pada limbah diakibatkan pembuangan limbah yang dilakukan secara sembarang ke lingkungan sekitar, tentunya hal ini akan menimbulkan masalah yang merata dan menyebar dengan cakupan yang lebih luas.
Permasalahan penyebaran limbah biasanya berasal dari skala rumah tangga, pemukiman, industri, pertanian, pertambangan dan rekreasi, namun kategori limbah B3 lebih banyak disumbangkan dari kegiatan produksi industri kimia. Ada beberapa jenis limbah B3 yang umumnya telah kita ketahui, diantaranya Mercury, Pestisida dan Karbonmonoksida, berikut ini beberapa dampak dari zat senyawa tersebut bagi kesehatan:

Air Raksa /Hargentum/Mercury

Mercury termasuk bahan teratogenik, apabila zat senyawa ini masuk kedalam tubuh, zat ini akan didistribusikan keseluruh jaringan terutama di darah dan otak. Dampak fisiologis dari mercury yaitu dapat menyebabkan kerusakan SSP dan ginjal. Selain itu, mercury dapat mengakibatkan kerusakan janin dan pertumbuhan bayi pada janin, bayi yang dilahirkan dari ibu yang terpajan mercury dapat menderita kerusakan otak dengan manifestasi, seperti gangguan menelan, retardasi mental, tuli bahkan kebutaan.

Pestisida

Pestisida termasuk golongan Organophosphat dan Carbamat, sifat kimia dalam pestisida dapat mengakibatkan keracunan. Pestisida sendiri, banyak digunakan pada sektor pertanian dan perdagangan/ komoditi. Dampak dari senyawa pestisida ini, yaitu dapat terhambatnya enzym Cholinesterase (Enzim yang mengontrol transmisi impulse saraf) sehingga mempengaruhi kerja susunan saraf pusat sehingga fungsi organ penting lainnya dalam tubuh. Keracunan pestisida golongan Organochlorine dapat merusak saluran pencernaan, jaringan, dan organ penting lainnya.

Karbonmonoksida (CO)

Karbonmonoksida merupakan senyawa gas yang tidak memiliki bau dan tidak berwarna. Karbonmonoksida berasal dari hasil proses pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung rantai karbon. Apabila kadar CO masuk kedalam tubuh dalam jumlah yang cukup besar, zat senyawa tersebut dapat dengan cepat mengikat haemoglobine dalam darah dan membentuk karboksihaemoglobine (COHb). Hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan fungsi otak atau hypoxia, susunan saraf, dan jantung, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Penangan limbah B3 industri yang kurang baik dapat mempercepat penyebaran zat senyawa-senyawa tersebut, dampak yang ditimbulkannya pun tidak main-main, bahkan dampak jangka panjangnya dapat berakibat kematian.

18
Feb

Air merupakan sumber kehidupan makhluk hidup, jika sebelumnya sifat vital air hanya sebagai sumber konsumsi, saat ini peran vital air sudah merambah sampai pada kegiatan manufaktur. Hal inilah yang menjadikan volume dan kapasitas air semakin mengalami penurunan. Semakin menurunnya kuantitas air, bahkan telah menjadi permasalahan baru. Lebih dari 1 milyar orang di dunia, bahkan tidak memiliki akses untuk air bersih. Jumlah tersebut sekitar 1/6 dari seluruh total populasi manusia di dunia, bahkan jarak rata-rata yang harus ditempuh orang di Afrika dan Asia bahkan rata-rata harus menempuh jarak sekitar 6 km. Berikut ini review beberapa metode dan cara pengelolahan air yang biasa digunakan.
Desalinasi
Salah satu cara untuk mendapatkan sumber air untuk keperluan hidup sehari-hari dilakukan dengan metode pengelolaan air, salah satunya dengan Desalinasi. Desalinasi adalah Proses pengolahan air laut menjadi air tawar dengan mengurangi kadar garam yang terkandung pada air laut tersebut. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, air laut adalah sumber air terbesar di bumi.
Watercone
Watercone adalah metode pengelolaan air dengan bantuan sinar matahari. Watercone terbuat dari plastik khusus yang dapat tahan sengatan matahari dan dipakai hingga 7 tahun. Watercone lebih ditujukan utuk masyarakat dengan lingkup demografis di daerah pesisir pantai.  Hal ini karena cara desalinasi watercone dilakukan dengan kondensasi embun. Proses pengelolahan air pada watercone meliputi beberapa tahap, pertama ambilah air laut/asin atau payau hingga 8.8 liter. Setelah itu, biarkan air mendapat mendapat panas matahari, kemudian air akan berubah menjadi embun. Embun tersebut akan turun dan ditampung bagian pinggir Watercone. Setelah itu tutup atas dari Watercone dapat dibuka dan air dapat langsung dimanfaatkan.
Lifestraw
Lifestraw sebenarnya bukanlah metode, Lifestraw merupakan alat yang digunakan di tempat-tempat dimana air yang tersedia tergolong air kotor, seperti pada air sungai, kali, atau kolam. Lifestraw merupakan produk perusahaan Denmark yang memiliki tujuan untuk mengurangi kesulitan untuk mendapatkan air. Proses kerjanya yaitu dengan menghisap langsung dari sumber air, Lifestraw akan menyaring air melalui 3 tahap melalui filter karbon dan resin khusus yang efektif dalam menghilangkan bakteri dan virus dalam air.

12
Feb

Pengelolahan Limbah B3 Industri

Pengelolahan Limbah B3 Industri merupakan proses penanganan yang dilakukan terhadap limbah-limbah dengan tingkat kategori berbahaya. Limbah B3 sendiri, merupakan bahan buangan industri yang konsentrasi pengaruhnya dapat mencemarkan dan merusak lingkungan. Kerusakan yang ditimbulkan dapat terjadi dalam kurun watu yang bervariasi, ada yang relative cepat ada pula yang lebih lama. Tingkat kategori berbahayanya bahkan sudah sampai pada kesehatan dan kelangsungan bagi makhluk hidup.

OSHA (Occupational Safety and Health of the United State Government) secara resmi mendefinisikan B3 sebagai sifat kimia yang sangat berpotensi menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia dan kerusakan lingkungan. Berikut ini beberapa istilah berbahaya dalam pengelolahan Limbah B3 Industri.

Reaktif
Reaktif adalah keadaan dimana komposisi zat yang terkandung mengalami ketidak stabilan atau melebihi batas normal. Reaktif dapat bereaksi cepat apabila tercampur dengan air, bahkan berpotensi menimbulkan ledakan, gas, uap atau asap beracun dengan jumlah kadar tergolong berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. limbah B3 yang tergolong berbahaya diantaranya limbah sianida, sulfida, atau amoniak dengan kondisi pH antara 2 dan 12.5. Bahkan pada suhu dan tekanan standar (25 derajat Celcius, 760 mmHg) dapat menimbulkan reaksi ledakan

Infeksius

Infeksius adalah istilah dimana limbah terinfeksi oleh kuman dan microbakteri, seperti pada limbah laboratorium medis, atau limbah lainnya yang terinfeksi kuman penyakit yang dapat menular.

Korosif

Korosif adalah sifat suatu subtantsi yang dapat menyebabkan benda lain hancur atau memperoleh dampak negatif. Limbah yang memiliki dari salah satu sifat korosif diantaranya
dapat menyebabkan iritasi (terbakar) pada kulit bahkan karat pada lempeng baja.

Toxic
Toxic atau racun adalah sifat kontaminasi berbahaya yang terjadi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Pembuangan limbah B3 yang tidak terkontrol, dapat mencemari sumur atau mata air warga di daerah sekitar.

Ok sidator dan Reduktor
Kedua Bahan pengoksidasi ini dikategorikan berbahaya karena dapat menghasilkan oksigen yang dapat menimbulkan kebakaran, seperti pada sisa bahan yang digunakan di laboratorium. Contohnya magnesium, perklorat dan metil metil keton (MIK).